Softrickinfo

Blog Informasi Teknologi

Persiapan Masa Depan, 7 Tips Membeli Rumah untuk Anak Muda

Banyak perubahan dalam hidup setelah pandemi Covid-19. Hampir semua sektor merasakan dampaknya yang luar biasa, terutama dalam hal finansial.

Hal tersebut juga berpengaruh pada masa depan anak muda di Indonesia, Menteri Keuangan, Sri Mulyani menyebut kalau anak muda atau generasi milenial, akan sulit untuk memiliki rumah.

Mengutip penjelasan Menkeu Sri Mulyani dari laman CNN Indonesia (14 Juli 2022), anak muda akan kesulitan mendapatkan rumah sebab pendapatan tidak sebanding dengan harga rumah.

“Mereka butuh, tapi cannot afford karena purchasing power mereka dibandingkan harga rumahnya, lebih tinggi,” ujar Sri Mulyani dalam acara Securitization Summit 2022.

Pandemi yang melanda Indonesia selama kurang lebih 2 tahun, menyebabkan ekonomi masyarakat terganggu dan mencari pekerjaan semakin sulit.

Sejumlah perusahaan bahkan terpaksa melakukan pengurangan karyawan dengan alasan efisiensi.

Alasan Anak Muda Sulit Punya Rumah

alasan millenial susah punya rumah

Selain faktor tersebut, ada alasan lain yang menyebabkan anak muda sulit memiliki rumah di masa depan.

Bila merujuk pada penjelasan Fortune Builder dan Investopedia yang dikutip oleh Detik Finance (31 Oktober 2022), berikut beberapa alasan yang mendasarinya, yaitu:

1. Gaya Hidup Cenderung Konsumtif

Gaya hidup anak muda saat ini sering jadi sorotan, sebab dinilai terlalu konsumtif alias boros. Hal itu membawa dampak negatif pada kondisi finansial mereka, sehingga mereka tidak bisa menyisihkan uang untuk hal-hal yang lebih penting. Contohnya menabung atau berinvestasi untuk membeli rumah.

Baca juga:  Investasi Aset Digital: Pengertian, Jenis dan Cara Mempelajarinya

2. Pekerjaan Belum Stabil

Pekerjaan yang belum tetap dan gaji yang naik-turun tiap bulan juga jadi penghambat milenial untuk beli rumah.

Itu karena rata-rata vendor atau developer perumahan perlu jaminan atas pembelian yang dilakukan, misalnya dengan menyertakan slip gaji.

Semetra itu, kebanyakan anak muda lebih memilih bekerja sebagai freelancer atau industri kreatif, pilihan yang tak jarang membuat mereka sulit mendapatkan slip gaji.

Sehingga mengakibatkan mereka sulit mengajukan pinjaman atau pembelian rumah.

3. Syarat KPR yang Ketat

Tingginya suku bunga akibat inflasi, juga membawa dampak tersendiri pada bisnis properti. Hal tersebut membuat daya beli masyarakat, khususnya anak muda menjadi menurun.

Solusi yang ditawarkan oleh beberapa pihak adalah KPR (Kredit Pemilikan Rumah).

Sayangnya proses yang panjang dan syarat yang ketat, membuat anak muda enggan untuk memilih cara tersebut.

Mereka lebih yakin untuk menunggu hingga harga rumah sesuai dengan keuangan mereka.

4. Harga Rumah yang Terlalu Mahal

Tak hanya sola suku bunga yang naik, beberapa faktor lain seperti ketersediaan lahan, biaya pengerjaan bangunan hingga harga material ikut membuat rumit keinginan untuk segera memiliki hunian baru.

Tips Membeli Rumah untuk Anak Muda

tips membeli rumah untuk anak muda

Meski begitu, kamu tidak perlu khawatir.

Karena bukan tidak mungkin anak muda bisa memiliki rumah baru sesuai keinginan.

Bagi kamu yang ingin sekali memiliki rumah sendiri, berikut kami berikan tips membeli rumah untuk anak muda yang bisa kamu coba, yaitu:

1. Sesuaikan dengan Kondisi Keuangan

Finansial tentunya jadi pertimbangan utama dalam memilih hunian masa depan. Maka dari itu, sebelum memutuskan ingin rumah yang seperti apa, ada baiknya untuk memastikan kondisi keuangan terlebih dahulu.

Baca juga:  Rekomendasi Game untuk Mengasah Skill Finansial, Kamu Harus Coba!

Bila dirasa budget yang disiapkan belum mencukupi, kamu bisa lakukan beberapa hal seperti memilih rumah yang lebih murah, bisa pula dengan menyisihkan lebih banyak uang untuk tujuan tersebut.

Menerapkan gaya hidup hemat dan mulai investasi juga bisa jadi jalan untuk mempercepat kepemilikan rumah.

2. Sesuaikan Harga dan Keinginan

Saat memutuskan membeli rumah, biasanya kita akan dihadapkan dengan dua pilihan, membeli secara cash atau kredit.

Jika ingin membeli secara kredit, kita diharuskan untuk membayar down payment (DP). Biasanya penyedia properti telah menentukan nilai DP yang harus dilunasi.

Pembayaran tersebut sekali meringankan beban cicilan yang nanti akan dibayarkan tiap bulan.

Maka dari itu, carilah hunian yang sesuai dengan keinginan dan kemampuanmu.

3. Pilih Lokasi Strategis dan Aman

Kalau sudah tak masalah dengan harga, mari berpindah ke hal lainnya.

Seperti pemilihan lokasi dan keamanan tempat tinggal. Karena akan digunakan dalam waktu yang lama, usahakan memilih lokasi yang strategis.

Apalagi bila kamu memiliki mobilitas yang tinggi.

Selain itu, perhatikan pula tingkat keamanannya. Mulai dari jarak antar rumah, sistem keamanan yang digunakan hingga bagaimana orang di sekitar bersosialisasi.

Itu semua akan memberikan kenyamanan serta ketenangan selama kamu tinggal di sana.

4. Pastikan Fasilitas Lengkap

Bila kamu berencana memiliki hunian di kawasan perumahan, pastikan fasilitas yang ditawarkan cukup lengkap.

Periksa hal-hal penting seperti kelistrikan, kamar mandi, akses air bersih dan lain-lain.

Pastikan pula bahwa hunian tersebut memiliki sistem keamanan seperti satpam atau pemeriksaan tamu.

5. Pilih Agen Properti Terpercaya

Agar menghindari hal-hal yang tidak diinginkan seperti sengketa lahan, ketahanan bangunan yang lemah dan sebagainya, ada baiknya untuk memilih hunian yang ditawarkan oleh developer terpercaya.

Baca juga:  Rekomendasi Game untuk Mengasah Skill Finansial, Kamu Harus Coba!

Selain memberikan jaminan atas hunian yang dikelola, kamu juga akan merasa aman.

6. Lakukan Survei Secara Langsung

Supaya semakin yakin dengan pilihanmu, lakukan peninjauan lokasi secara langsung.

Para penyedia perumahan biasanya memiliki jadwal sendiri untuk melakukan survei.

Bila ingin melakukan survei sendiri dengan pihak developer, kamu bisa mengatur jadwal dengan pihak pengembang perumahan tersebut.

7. Persiapkan Dana untuk Pembelian

Terakhir yang tak kalah penting adalah menyiapkan dana untuk pembelian. Bila kamu membeli rumah secara kredit, berarti harus mempersiapkan uang muka, biasanya 15% – 30% dari harga rumah, dan kita harus memperhitungkan alokasi dana angsuran yang diperlukan setiap bulannya.

Sementara jika membeli secara cash, kita juga perlu mengetahui metode pengumpulan dana yang tepat, sehingga dapat memperkirakan besaran uang yang perlu disisihkan, dan mengetahui kapan kita bisa membeli rumah impian.

Jangan khawatir apabila kamu bingung untuk memperkirakan semuanya.

Kamu bisa menggunakan alat perhitungan yang disediakan oleh Kalkulator Hipotek. Kalkulator online yang akan membantu melakukan kalkulasi biaya pembelian rumah.

Meski berbasis di UK, Mortgage Calculator tetap bisa kamu gunakan untuk menghitung biaya yang diperlukan untuk membeli rumah. Misalnya dengan memakai kalkulator ini untuk memperkirakan keterjangkauan.

Dalam aplikasi tersebut, kamu bisa menyertakan gaji, investasi, serta pendapatan lainnya.

Kamu pun dapat memasukkan tagihan atau tanggungan lainnya. Semakin lengkap data yang kamu berikan, maka perhitungannya juga semakin detail dan akurat.

Karen menggunakan kurs luar negeri (Pound Britannia), maka kamu perlu melakukan konversi ke mata uang Indonesia terlebih dahulu. Setelah itu aplikasi kalkulator tersebut bisa digunakan sesuai kebutuhanmu.

Supaya tujuanmu memiliki rumah bisa lebih cepat tercapai, segeralah memperkuat finansial dengan melakukan cara-cara berikut:

Bila sudah melakukan semua cara-cara di atas dengan maksimal, harusnya tidak sulit bagi kamu untuk mewujudkan mimpi memiliki rumah sendiri.

Semua cara telah tersedia, perhitungan pun bisa dilakukan dengan mudah, sekarang tinggal membiasakan diri agar mimpi tersebut segera terwujud.

Related Posts